Will It Snow at Christmas? (2009)
Home Melodrama Will It Snow at Christmas? (2009)
⭐ 8.3/10 Melodrama Romance Tragedy Family Classic Drama Drama Korea 📺 16 Episode 📡 SBS 📅 2009

Will It Snow at Christmas? (2009)

Bagikan: 💬 WA ✈️ Telegram 📘 FB 𝕏 Tweet

Advertisement

Adsense In-Article

Review Will It Snow at Christmas? (2009): Melodrama Tragis yang Bikin Lo Nangis Seember dari Episode 1

Kalau lo pikir Boys Over Flowers udah cukup bikin galau, wait till you see Will It Snow at Christmas?. Drama akhir 2009 ini adalah melodrama dengan formula klasik yang murni: cinta pertama yang putus, tragedi keluarga, reuni yang menyakitkan, dan pertanyaan besar apakah cinta bisa bertahan setelah semua luka itu. Dibintangi Go Soo yang comeback dari wajib militer dan Han Ye Seul yang lagi di puncak popularitas, drama ini bukan tontonan ringan buat weekend santai. Ini adalah tipe drama yang bikin lo sesenggukan di depan TV jam 2 pagi sambil mikir "kenapa sih hidup ini kejam banget?". Tapi justru di situlah letak keindahannya. Penasaran seberapa heartbreaking drama ini? Let's get into it.

Informasi Drama

JudulWill It Snow at Christmas?
Judul Korea크리스마스에 눈이 올까요?
Tahun2009
Episode16
GenreMelodrama, Romance, Tragedy, Family
NetworkSBS
Pemain UtamaGo Soo, Han Ye Seul, Song Jong Ho, Sun Woo Sun, Jo Min Soo
Rating8.3/10

Sebelum lo tenggelam dalam drama tragis ini, lo bisa bandingin sama drakor melodrama lain yang lebih modern dengan bumbu berbeda. Queen of Tears menyajikan pernikahan di ujung tanduk dengan level produksi yang wah, sementara Thirty Nine bakal bikin lo nangis soal persahabatan dan kehilangan. Kalau lo demen drama yang bikin emosi diperas habis-habisan, tiga-tiganya wajib ada di watchlist lo.

Advertisement

Adsense Here

Sinopsis Will It Snow at Christmas?

Cha Kang Jin (Go Soo) adalah cowok cerdas dan ambisius dari keluarga miskin. Ibunya, Cha Chun Hee (Jo Min Soo), adalah single mother yang membesarkan Kang Jin dan kakaknya yang berkebutuhan khusus dengan penuh perjuangan, meskipun kadang caranya keras dan kontroversial. Di masa SMA, Kang Jin jatuh cinta berat pada Han Ji Wan (Han Ye Seul), cewek manis dan baik hati dari keluarga kaya. Cinta mereka tumbuh polos dan indah, sampai sebuah insiden tragis memisahkan mereka secara brutal. Kang Jin menghilang dari kehidupan Ji Wan tanpa jejak.

Bertahun-tahun kemudian, Kang Jin kembali sebagai arsitek sukses dengan nama baru dan identitas yang dia bangun sendiri. Takdir mempertemukannya kembali dengan Ji Wan yang sekarang bekerja di perusahaan yang sama. Masalahnya, Ji Wan sudah bertunangan dengan Park Tae Joon (Song Jong Ho), seorang pria baik yang juga atasan Kang Jin. Luka lama terbuka kembali. Cinta yang dulu tertunda kini menuntut jawaban. Tapi bukan cuma masa lalu mereka yang jadi penghalang—rahasia kelam tentang ibu Kang Jin dan ayah Ji Wan pelan-pelan terkuak, menciptakan jurang yang semakin lebar antara mereka berdua. Dengan judul yang menyimpan pertanyaan, drama ini mengajak lo menyelami apakah cinta bisa bertahan di tengah tragedi yang terus berulang.

Alasan Kenapa Lo Harus Nonton Will It Snow at Christmas?

1. Go Soo dan Han Ye Seul dengan Chemistry yang Memilukan

Ini adalah comeback drama Go Soo setelah wamil, dan dia nggak main-main. Aktingnya sebagai Kang Jin adalah perpaduan antara keteguhan dan kerapuhan. Lo bisa lihat rasa sakit di matanya setiap kali dia menatap Ji Wan. Han Ye Seul juga memberikan performa terbaiknya sebagai Ji Wan, karakter yang terombang-ambing antara cinta lama dan komitmen baru. Chemistry mereka dibangun di atas kerinduan yang tertunda, dan setiap adegan mereka bersama terasa intens dan menyakitkan. Salah satu pasangan melodrama paling underrated di era 2000-an akhir.

2. Plot yang Kompleks dengan Lapisan Keluarga

Ini bukan cuma drama cinta biasa. Konflik di sini berlapis-lapis, melibatkan hubungan ibu-anak yang rumit, perbedaan kelas sosial, pengorbanan, dan dosa masa lalu yang menghantui. Ibu Kang Jin adalah karakter paling kompleks di sini—dia mencintai anaknya dengan cara yang menyakitkan dan seringkali destruktif. Relasi Kang Jin dengan ibunya ini jadi elemen yang membedakan drama ini dari melodrama lain yang biasanya cuma fokus ke romance doang. Lo bakal dibikin benci, kasihan, dan akhirnya paham kenapa karakter-karakter ini bertindak seperti yang mereka lakukan.

3. Nuansa Melankolis yang Konsisten

Sesuai judulnya, drama ini punya vibe winter yang dingin dan sendu. Sinematografinya banyak mempermainkan warna biru, putih, dan abu-abu yang menciptakan atmosfer melankolis sepanjang episode. Ditambah soundtrack ballad yang menyayat hati, setiap scene terasa berat tapi indah. Ini adalah tipe drama yang pengen lo tonton selimutan sambil nyeruput cokelat panas, sendirian, di malam hujan. Vibe-nya sangat spesifik dan konsisten dari awal sampai akhir.

4. Pertanyaan Moral Tanpa Jawaban Gampang

Will It Snow at Christmas? nggak memberikan jawaban mudah untuk konfliknya. Apakah cinta bisa mengalahkan segalanya? Apakah pengorbanan seorang ibu bisa dimaafkan meskipun caranya salah? Apakah kebahagiaan sendiri lebih penting daripada kebahagiaan orang yang lo cintai? Pertanyaan-pertanyaan ini terus menggantung sepanjang drama, dan penonton diajak untuk merenung, bukan sekadar disuapi jawaban. Buat lo yang suka drama yang bikin mikir dan emotionally challenging, ini adalah suguhan yang sangat memuaskan.

Advertisement

Adsense Here

Kekurangan Will It Snow at Christmas?

  • Terlalu banyak kesialan yang rasanya nggak manusiawi. Kadang lo bakal ngerasa "ini sih keterlaluan banget nasibnya". Tingkat penderitaan karakternya bisa bikin lo capek sendiri.
  • Pacing lambat di paruh kedua. Setelah build-up yang intens di awal, beberapa episode di pertengahan terasa berputar-putar dan kurang progresif.
  • Karakter antagonis yang kurang tergali. Ada beberapa karakter "jahat" yang motivasinya agak dangkal dan cuma jadi trouble maker tanpa backstory jelas.
  • Nyaris tanpa comic relief. Drama ini murni melodrama. Nggak ada adegan lucu atau karakter kocak yang bisa jadi tempat lo istirahat dari semua drama kehidupan yang disajikan.
  • Ending yang mengambang buat sebagian orang. Tanpa spoiler, ending-nya bisa jadi memuaskan atau justru bikin lo garuk-garuk kepala. Tergantung ekspektasi lo.

8.3/10

★★★★★

Search International Rating

"Melodrama klasik yang menyayat hati dengan akting powerful dan atmosfer winter yang nggak akan pernah lo lupakan."

FAQ Seputar Will It Snow at Christmas?

Apakah drama ini benar-benar bertema Natal?

Secara simbolis, iya. Natal dan salju jadi motif penting dalam cerita ini, terutama terkait kenangan masa kecil karakter utama. Tapi jangan harap ini drama Natal yang ceria. Vibes-nya justru lebih ke melankolis dan reflektif. Judul "Will It Snow at Christmas?" lebih ke metafora tentang harapan yang terus dipertanyakan daripada benar-benar tentang salju di hari Natal.

Apa yang bikin drama ini beda dari melodrama lain?

Kompleksitas karakter ibunya Kang Jin. Biasanya melodrama fokus ke konflik pasangan utama, tapi di sini hubungan ibu-anak jadi nyawa kedua yang sama pentingnya. Jo Min Soo sebagai Cha Chun Hee mencuri perhatian dengan karakter yang bisa lo benci sekaligus lo kasihani. Ini ngasih dimensi lebih yang jarang ada di drama romance biasa.

Cocok buat yang nggak kuat nonton drama sedih?

Skip. Seriously. Ini drama sangat berat secara emosional. Dari episode awal udah disuguhin tragedi. Kalau lo gampang terpengaruh mood atau lagi butuh hiburan ringan, jangan nonton ini dulu. Mending lo tonton Twinkling Watermelon yang meskipun ada sedihnya, tetap hangat dan penuh harapan. Atau Lovely Runner yang romance-nya bikin senyum-senyum sendiri.

Apakah ending-nya memuaskan?

Ini pertanyaan yang jawabannya sangat subjektif. Buat sebagian orang, ending-nya indah dan pas dengan tone drama. Buat yang lain, ending-nya kurang memberikan closure yang jelas. Yang pasti, jangan berharap ending yang tiba-tiba cerah dan semua masalah selesai ajaib. Ini tetap melodrama sampai akhir.

Kenapa judulnya pakai tanda tanya?

Karena pertanyaan itu adalah inti dari drama ini. "Akankah salju turun saat Natal?" adalah harapan masa kecil yang terus dipegang karakter, sekaligus simbol dari ketidakpastian dalam hidup dan cinta. Sepanjang drama, lo akan terus bertanya-tanya—bersama karakternya—apakah keajaiban itu akan datang atau tidak. Ini elemen poetic yang bikin judulnya memorable.

Kesimpulan: Hidden Gem yang Bikin Hati Remuk

Will It Snow at Christmas? adalah salah satu melodrama terbaik di akhir 2000-an yang sayangnya kadang terlupakan di tengah dominasi drama-drama besar lain di era yang sama. Performa Go Soo dan Han Ye Seul solid, plot keluarganya kompleks, dan atmosfer winter-nya menusuk sampai ke tulang. Ini bukan drama yang akan lo tonton berulang-ulang karena terlalu menguras emosi, tapi sekali lo nonton, bekasnya akan tinggal lama. Kalau lo lagi pengen ngerasain drakor jadul dengan kualitas akting tinggi dan cerita yang dalam, ini pilihan yang sangat tepat. Bandingkan dengan melodrama modern kayak Queen of Tears yang lebih glossy, atau side story keluarga di Green Mothers Club yang juga punya vibe persaingan dan rahasia. Will It Snow at Christmas? adalah bukti bahwa drakor 2009 bukan cuma soal F4 dan bunga-bunga, tapi juga bisa menghadirkan cerita manusia yang nyata dan menyakitkan.

Lo udah nonton Will It Snow at Christmas?

Vote reaksi lo di bawah dan share artikel ini ke temen-temen! Pastiin mereka juga nonton drama hidden gem ini!

Kalau lo belum nonton, klik tombol platform di atas buat langsung streaming sekarang.

Setelah nangis seember, lo butuh hiburan yang lebih ringan? Hospital Playlist Season 3 dengan bromance dokter-dokter yang hangat bisa jadi penghibur hati. Kalau lo pengen action yang bikin adrenalin lagi terpompa, IRIS dengan spy thriller-nya yang legendaris siap nemenin. Atau buat yang penasaran gimana drakor 2009 juga ngelahirin rom-com legendaris, Boys Over Flowers adalah sisi lain dari tahun yang sama yang jauh lebih berisik dan absurd.

Artikel ini terakhir diupdate: Mei 2026. Informasi platform streaming dapat berubah sewaktu-waktu.

Apa reaksi kamu?

🎬 Nonton Drama Ini

💬 Komentar (0)

Komentar akan muncul setelah disetujui admin.