The Moon Embracing The Sun (2012)
Advertisement
Review The Moon Embracing The Sun (2012): Sageuk Cinta Segitiga Raja, Tragedi, dan Amnesia yang Melegenda
Lo pasti tau dong kalimat "cinta tak sampai"? Nah, The Moon Embracing The Sun adalah definisi literal dari frasa itu. Dibintangi Kim Soo Hyun yang saat itu sedang naik daun dan Han Ga In yang visualnya kayak lukisan, drama sageuk MBC tahun 2012 ini adalah fenomena budaya yang ratingnya nyaris 42%—angka yang bahkan drama-drama modern pun susah nyamain. Adaptasi novel Jung Eun Gwol ini menggabungkan elemen terbaik dari sageuk: intrik istana mencekam, cinta pertama yang putus secara tragis, amnesia (ya, trope ini lagi), kutukan supranatural, dan bromance kerajaan yang memilukan. Lo bakal dibawa ke dunia Joseon di mana seorang raja muda dipaksa kehilangan cinta sejatinya, lalu menemukannya lagi dalam situasi paling mustahil. Peringatan: siapin tisu dari episode 1, dan jangan kaget kalau lo ngabisin 20 episode ini dalam waktu singkat.
Informasi Drama
| Judul | The Moon Embracing The Sun |
| Judul Korea | 해를 품은 달 (Haereul Poomeun Dal) |
| Tahun | 2012 |
| Episode | 20 |
| Genre | Sageuk, Historical, Romance, Melodrama, Fantasy, Political |
| Network | MBC |
| Pemain Utama | Kim Soo Hyun, Han Ga In, Jung Il Woo, Kim Yoo Jung, Yeo Jin Goo, Kim Min Seo |
| Rating | 9.1/10 |
Merasakan sakitnya Lee Hwon dan Yeon Woo mungkin akan bikin lo geregetan. Tapi sebelum itu, lo juga harus ngerasain manis pahitnya cinta di Lovely Runner yang time-slip romance-nya juara, atau balas dendam dingin yang dieksekusi sempurna di The Glory Season 2. Dua-duanya adalah tontonan sempurna untuk mengobati luka setelah nonton sageuk ini.
Advertisement
Sinopsis The Moon Embracing The Sun
Cerita dimulai dari masa kecil Lee Hwon (Yeo Jin Goo), putra mahkota Joseon yang cerdas dan arogan. Suatu malam, ia secara tak sengaja bertemu dengan Heo Yeon Woo (Kim Yoo Jung versi muda), gadis cantik dan bijaksana dari keluarga bangsawan terhormat. Pertemuan singkat itu menumbuhkan benih cinta di hati keduanya. Takdir mempertemukan mereka kembali ketika Yeon Woo terpilih menjadi putri mahkota—calon ratu Joseon. Cinta mereka bertumbuh begitu murni, polos, dan manis. Lee Hwon yang tadinya penyendiri dan dingin, perlahan melembut hanya untuk Yeon Woo. Begitu pun Yeon Woo yang dengan cerdasnya selalu bisa menandingi perdebatan dengan sang putra mahkota.
Namun, istana bukan tempat untuk cinta yang damai. Ratu Dowager (ibu tiri raja) yang ambisius, bersama dengan dukun istana yang licik, merencanakan kudeta halus. Mereka tidak ingin Yeon Woo menjadi ratu karena akan mengancam kekuasaan mereka. Sebuah kutukan ilmu hitam pun dilayangkan pada Yeon Woo. Hasilnya? Yeon Woo terserang penyakit misterius yang tak bisa disembuhkan. Dokter istana menyatakan dia meninggal. Lee Hwon hancur berkeping-keping. Ia dipaksa menikahi wanita lain yang telah ditentukan oleh konspirasi politik di sekitarnya.
Tapi tentu saja, Yeon Woo tidak benar-benar mati. Dukun yang menyadari kekejian ini menyelamatkannya secara diam-diam. Sayangnya, efek samping dari kutukan dan proses penyelamatannya membuat Yeon Woo kehilangan seluruh ingatannya. Bertahun-tahun kemudian, ia hidup dengan identitas baru sebagai "Wol" (diperankan Han Ga In), seorang dukun misterius yang konon memiliki kemampuan supranatural, meski sebenarnya ia selalu didera sakit kepala setiap kali masa lalunya mencoba muncul kembali. Takdir kembali mempertemukan Lee Hwon yang kini telah menjadi Raja dengan Wol di saat yang paling tidak terduga. Hwon sangat terkejut karena wajah dukun itu persis sama dengan mendiang istrinya. Tanpa ingatan Yeon Woo, mampukah Lee Hwon menyalakan kembali cinta yang dulu padam dan menyingkap tabir konspirasi di balik kematian palsu istrinya?
Alasan Kenapa Lo Harus Nonton The Moon Embracing The Sun
1. Akting Sempurna dari Para Aktor Muda dan Dewasa
Salah satu kekuatan terbesar drama ini adalah transisi mulus antara aktor muda dan versi dewasanya. Yeo Jin Goo dan Kim Yoo Jung sebagai Hwon dan Yeon Woo muda adalah definisi perfect casting. Chemistry mereka di 6 episode pertama begitu kuat sampai banyak penonton yang kecewa ketika "pemain dewasa" masuk. Untungnya, Kim Soo Hyun mengambil alih tongkat estafet dengan brilian. Ia memerankan Raja Lee Hwon dengan intensitas emosional luar biasa—penuh wibawa, penuh amarah, tapi juga rapuh ketika sendirian. Kim Soo Hyun benar-benar menunjukkan kenapa ia adalah salah satu aktor terbaik generasinya di sini. Han Ga In mungkin sedikit kalah bersinar dari segi akting, tapi visualnya sempurna untuk peran dukun misterius ini.
2. Bromance Kerajaan yang Menghancurkan Hati
Lupakan cinta segitiga biasa. Rivalitas (dan persaudaraan) antara Lee Hwon dan Pangeran Yang Myung (Jung Il Woo) adalah emosi tingkat dewa. Yang Myung adalah kakak tiri Hwon yang dibuang dari garis suksesi karena darah ibunya. Ia juga mencintai Yeon Woo dengan diam-diam. Konflik antara cinta pada wanita yang sama dan kesetiaan pada adiknya sendiri membuat karakter Yang Myung begitu kompleks dan menyakitkan. Jung Il Woo memberikan penampilan terbaik sepanjang karirnya sebagai pangeran yang selalu menjadi orang kedua—dalam tahta dan dalam cinta. Adegan-adegan konfrontasi antara Hwon dan Yang Myung adalah di antara yang paling intens di keseluruhan saga ini.
3. Produksi Sageuk yang Megah dan Indah
MBC tidak main-main untuk drama yang menjadi primadona mereka. Set istana megah, kostum hanbok dengan bordir detail tinggi, dan sinematografi yang sinematik menjadikan drama ini pesta visual. Setiap bulan purnama yang muncul selalu punya makna simbolis dan diambil dengan angle yang sangat indah. Scoring musik tradisional yang megah berpadu dengan lagu-lagu ballad dari Lyn ("Back in Time") dan Kim Soo Hyun sendiri ("The One and Only You") menciptakan atmosfer kerajaan yang magis dan romantis.
4. Plot yang Cepat dan Minim Filler
Meskipun bergenre sageuk, drama ini hanya punya 20 episode dengan pacing yang sangat baik. Ep 1-6 menghabiskan masa kecil dengan cepat dan penuh emosi. Setelah lompatan waktu, plot berjalan penuh intrik dan ketegangan. Pengungkapan identitas Wol dilakukan tanpa bertele-tele, konspirasi politiknya terus bergerak, dan adegan pengadilan di episode-episode akhir adalah salah satu klimaks paling memuaskan dalam sejarah Drakor sageuk. Lo nggak akan merasa bosan.
Advertisement
Kekurangan The Moon Embracing The Sun
- Akting Han Ga In yang kerap mendapat kritik. Harus jujur, dibandingkan Kim Soo Hyun atau Jung Il Woo, akting Han Ga In terasa paling lemah. Ekspresinya seringkali terlihat kosong, terutama di adegan yang membutuhkan luapan emosi besar. Beruntung chemistry-nya dengan Kim Soo Hyun cukup baik.
- Beberapa lubang logika di plot supranatural. Aturan soal kutukan, ilmu hitam, dan amnesia kadang tidak konsisten dan berubah sesuai kebutuhan plot.
- Penjahat yang sedikit klise. Ratu Dowager dan dukun jahat-nya adalah villain yang murni jahat tanpa backstory yang membuat kita bisa bersimpati. Mereka jahat karena tamak, titik.
- Efek visual supranatural 2012. Efek petir, asap, dan "energi" supranatural lainnya cukup murahan dan lucu kalau ditonton dengan standar sekarang.
- Ending yang sedikit menggantung untuk beberapa karakter. Nasib beberapa karakter pendukung penting dirasa kurang mendapat porsi penjelasan yang memadai di akhir cerita.
9.1/10
Search International Rating
"Mahakarya sageuk yang menyatukan akting legendaris Kim Soo Hyun, plot memikat, dan bromance memilukan dalam satu paket sempurna."
FAQ Seputar The Moon Embracing The Sun
Apakah drama ini punya banyak unsur fantasi?
Unsur fantasinya cukup kental, terutama terkait ilmu hitam, kutukan, dan roh. Tapi jangan khawatir, ini bukan fantasi tipe "naga dan sihir" seperti Alchemy of Souls. Fantasi di sini berfungsi sebagai pemicu konflik dan metafora, mirip dengan cerita-cerita rakyat tradisional. Vibes-nya tetap sageuk kerajaan yang grounded.
Apa yang bikin akting Kim Soo Hyun spesial di sini?
Kim Soo Hyun baru berusia 24 tahun saat memerankan Raja Lee Hwon, tapi ia tampil dengan karisma luar biasa. Adegan dia menangis tersedu-sedu di tengah hujan ketika menyadari identitas asli Wol, atau saat dia berteriak marah di hadapan para menteri pengkhianat, adalah kelas akting yang membuatnya memenangkan Daesang (Grand Prize) di Baeksang Arts Awards. Ini adalah penampilan yang melambungkan namanya ke jajaran aktor papan atas.
Apakah saya harus tahan dengan episode anak-anak dulu?
Justru 6 episode pertama dengan Yeo Jin Goo dan Kim Yoo Jung adalah beberapa episode terbaik di seluruh drakor sageuk! Banyak yang menganggap chemistry dua aktor cilik ini terlalu sempurna sampai mereka tidak mau "pindah" ke versi dewasanya. Jadi, jangan di-skip. Fondasi emosional untuk seluruh cerita dibangun di sini.
Drama apa yang mirip setelah nonton ini?
Kalau lo menyukai sageuk melodrama dengan cinta terlarang, Dong Yi bisa jadi pilihan epik dengan 60 episode penuh intrik. Jika ingin sesuatu yang lebih ringan dan fantasi modern tapi tetap punya elemen masa lalu, My Girlfriend Is a Gumiho menawarkan takaran komedi yang jauh lebih banyak. Dan kalau mau chemistry cinta yang "tertunda" seperti Hwon dan Yeon Woo, Will It Snow at Christmas? adalah melodrama modern dengan vibe serupa.
Kenapa judulnya "The Moon Embracing The Sun"?
Ini adalah metafora utama dari hubungan Lee Hwon (Matahari/Raja) dan Yeon Woo (Bulan/Ratu). Dalam filosofi Korea, raja digambarkan sebagai matahari, dan ratu adalah bulan yang memantulkan cahayanya. Namun di sini, bulannya justru "memeluk" matahari, melindungi sang raja dari kegelapan. Ini melambangkan cinta Yeon Woo yang kuat dan pengorbanannya untuk melindungi Hwon meski ia sendiri berada dalam kegelapan (kehilangan ingatan). Sangat puitis, bukan?
Kesimpulan: Wajib, Tanpa Tawar Menawar
The Moon Embracing The Sun adalah definisi dari sageuk modern legendaris. Dengan rating nyaris 42%, drama ini bukan sekadar populer—ia adalah fenomena budaya yang bertahan lebih dari satu dekade. Kim Soo Hyun memberikan penampilan yang memukau, plot-nya bergerak cepat dengan keseimbangan sempurna antara intrik istana dan romansa, serta bromance-nya dengan Jung Il Woo benar-benar memilukan. Ya, akting Han Ga In mungkin menjadi titik lemah, dan beberapa CGI tahun 2012 sudah kadaluwarsa, tapi semua itu tidak cukup untuk mengurangi kemegahan cerita yang disajikan.
Jika lo mencari gerbang masuk ke dunia sageuk, ini adalah titik awal terbaik. Jika lo mencari drama cinta yang epik, penuh air mata, dan sangat memuaskan, ini jawabannya. Setelah selesai, lo mungkin ingin menyelami intrik istana yang lebih licik di Dong Yi, atau menyaksikan sisi lain Kim Soo Hyun yang lebih modern di Queen of Tears. Apapun pilihan lo, pastikan The Moon Embracing The Sun sudah ada di daftar paling atas.
Lo udah nonton The Moon Embracing The Sun?
Vote reaksi lo di bawah dan share artikel ini ke temen-temen! Pastiin mereka juga nonton sageuk paling romantis sepanjang masa ini!
Kalau lo belum nonton, klik tombol platform di atas buat langsung streaming sekarang.
Dari istana Joseon, lo bisa lanjut ke drama-drama lain yang tidak kalah epik. Kalau lo ingin aksi mata-mata menegangkan yang juga penuh pengkhianatan, IRIS adalah spy thriller legendaris. Kalau lo sedang dalam mood komedi fantasi modern yang lebih ringan, My Girlfriend Is a Gumiho dan My Princess siap mencairkan suasana hati. Untuk perpaduan misteri dan persahabatan perempuan dewasa, Thirty Nine adalah pilihan yang hangat.
Artikel ini terakhir diupdate: Mei 2026. Informasi platform streaming dapat berubah sewaktu-waktu.
Apa reaksi kamu?
🎬 Nonton Drama Ini
